Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network

DONASI DAKWAH RADIO/TV KOMUNITAS NURISFM

DIAMNYA UMAT ISLAM ADALAH SEBUAH AIB

Written By rudi anto on Senin, 02 Mei 2011 | 15.57


Syeikh Sudeisi. Imamul Harom Al Maky As Syarif

Pada hari ini, saudara - saudaramu yang berasal dari satu rissalah dan wahyu. Risalah yang telah memberikan rasa aman dan damai hingga ujung negeri India dimana Kasmir berada.....sebuah daerah yang cantik dan menarik yang dipenuhi dengan kebun - kebun dan hutan...Danau - danau dan sungai ...Pemandangan Kasmir yang kemaren telah berubah pada hari ini, dengan api yang membara..... Kemaren orang orang Kasmir tertawa riang....pada hari ini mereka kelihatan menangis sedih...Dan bagaimana tidak menangis bila sang suami dibunuh, orang tua disiksa, Istri istri menjadi janda, anak anak menjadi yatim, dan ibu - ibu ditelantarkan serta kemulian wanitanya diinjak - injak. Dan bagaimana tidak menangis bila masjid dan Rumah - rumah dihancurkan pemandangan alam dirusak dan dirubah menjadi lautan api . Bagaimana tidak menangis bila negrinya yang aman dijadikan panggung kedholiman dan kekejian oleh seorang jembel rendahan dari sejelek jelek manusia dan cukuplah kerendahan derajat mereka dibuktikan dengan penyembahannya terhadap sapi. Dengan demdam yang buta lalu mereka mengingkari kematian kematian ummat Islam yang mereka sebabkan. Mereka mengadakan perusakan massal terhadap tanah dan rakyat muslim Kasmir. Bagaimana mungkin hal semacam ini bisa terjadi ?? Jawabanya tak lain adalah " Wa ma naqomu minhum illa an yu'minu billahil Azizil Hamid"
Kasmir. Rintihan yang tak terjawab...luka yang menganga...dan darah yang mengalir...serta air mata yang tak pernah kering. Kepura - puratidaktahuan mas media dunia dan tertipunya mas media Islam. Menjadikannya hampir hampir terlupakan. Sementara itu kejadian terus berjalan tanpa ada seorangpun yang tahu.

Berapa ibu yang kehilangan suami dan anak? Berapa bayi yang merindukan sentuhan kasih seorang ayah yang telah tiada ? Kasmir, berada diatas kepundan gunung berapi yang hampir meletus.....hancur segala hehijauan ataupun yang mau mulai tumbuh.... keadaan menjadi mendidih mengerikan....rumah - rumah menjadi camp tentara, dan penindasan hak hak asasi manusia sampai pada batas yang mencengangkan. Politik dan ekonomi hancur, bahan makanan dan obat obatan dilarang masuk, pemberlakuan jam malam, itu semua hanya untuk menyembunyikan tragedi dari pandangan internasional. Sensus terakhir menyebutkan, seandainya bukan karena hal yang faktuil maka angka tersebut hanya dapat dibayangkan secara hayal....korban mencapai 40.000 Muslim... puluhan ribulainnya dipenjara..3.000.000 keluarga terusir...ribuan wanita diperkosa...lebih dari 600 manusia tak berdosa dibelah perutnya, ribuan rumah dan masjid dibakar. Serta puluhan Tragedi tragedi lain yang menyebabkan berdirinya bulu kuduk.

Sesungguhnya penderitaan rakyat Kasmir tidak dimulai sejak sekarang, tapi sudah hampir memasuki tahun kelima puluh. Dan orang orang penyembah berhala, hamba hamba sapi mencoba dengan segala cara yang keji untuk menyiksa rakyat Kasmir Muslim yang tidak mempunyai dosa dan kesalahan kecuali karena mereka berpegang teguh kepada aqidah mereka dan karena mereka mengiinginkan hidup dengan damai ditanah mereka sendiri. Akan tetapi musuh umat Islam dan musuh kemanusiaan sama sekali tidak menegenal kasihan dan perikemanusiaan, mereka menggunakan bahasa besi dan peluru....

Seluruh badan badan kemanusiaan..seluruh masmedia...seluruh kantor kantor berita..seluruh yang ada dimuka bumi diam dalam kebingungan yang mencekam dan menakutkan.

Sesungguhnya penderitaan Kasmir adalah lembaran penderitaan kita. Mengapa.. mengapa wahai tuan tuan dan penguasa penguasa..mengapa,wahai ulama dan orang orang muslih..wahai para wartawan..wahai para orang orang kaya..mengapa kalian diam tak berdaya menyaksikan penderitaan orang Kasmir yang tersiksa ?? Sesungguhnya penderitaan mereka yang nyata membutuhkan segera bantuan bantuan dari negara Muslim dan badan badan kemanusiaan....

Setiap para pemuda yang memiliki ghiroh kuat terhadap diennya menolak segala perbuatan keji orang orang penyembah berhala. Dan mendorong negar negara Islam untuk menolong orang orang Kasmir yang teraniaya, dan mereka ingin bersatu di Kasmir guna menolong saudara saudaranya..Hingga hak hak rakyat Kasmir kembali seperti semula, serta agar mereka selamat dari ketamakan dan penjajahan India..(Wallohu gholibun 'ala amrihi walakinna aktsaron nasi la ya'lamun )

PENYELEWENGAN SEJARAHKAH ?

India menolak seluruh usulan yang diajukan oleh dunia, khususnya usulan yang diajukan Oleh Pakistan untuk memecahkan masalah secara damai. India menganggaphari hari kemerdekaan Kasmir telah usai pada tanggal 26 Oktober 1948 M,dengan bersandar pada Dokumen Dokumen berikut ini:
a. Dokumen bergabungnya Jamu dan Kasmir ke India,yang menurut India Dokumen ini ditanda tangani oleh Maharaj ( penguasa Jamu Kasmir saat itu ) pada tanggal 27 Okteber 1948 M
b. Penerimaan Lord Montbaten yang juga bertepatan dengan tanggal 27 Okteber 1948 M
c. Surat dari Maharaj ke Lord Montbaten Pada tanggal itu juga yang berisi tentang permintaaan bantuan militer India dalam rangka penggabungan Jamu dan Kasmir sesuai dengan syarat syarat yang menurut India tertuang pada Perjanjian diatas. Surat itu juga berisi penetapan Syeikh Abdulloh ( kawan dekat Nehru ) agar menjadi pemimpin sementara pada Wilayah Jamu dan Kasmir.

Dalam hal ini seorang ahli sejarah yang terkemuka asal Inggris Esterlamb mengeluarkan buku yang berjudul (Kasmir, warisan yang diperebutkan ). Dalam buku ini Esterlamb menyatakan bahwa tanggal 26 Oktober yang merupakan tanggal seluruh dokumen yang menjadi sandaran India dalam masalah Kamsir adalah tanggal yang diragukan kebenarannya. Dengan berdasar kepada catatan catatan Perdana Mentri Kasmir waktu itu ( Mosand Mahajana ) dan surat surat yang ditanda tangani oleh Nehru pada saat peristiwa itu terjadi, Esterlamb berhasil membuktikan bahwa segala peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 Oktober adalah karangan yang dibuat buat, dengan dalil sebagai berikut :
Maharaj tidak berada di Srinagar pada tanggal 26 Oktober, akan tetapi sepanjang waktu pada hari itu dia melakukan perjalanan menuju Jamu melalui jalan darat. Dan pada hari ini pula Perdana Mentri Kasmir Mahajana bersama F B Min Mentri Dalam Negri India terbang ke New Delhi. Mereka berdua berada di Newdelhi hingga Pukul !0.00 pagi pada hari berikutnya (tanggal 27 Oktober 1948) kemudian berangkat dengan pesawat menuju Kasmir (bukti tentang sampainya Mahajana dan FB Min pada jam 10.00 dapat didapatkan di London Times yang saat itu melaporkan peristiwatersebut secara detail ).Sedangkan waktu itu belum ada satupun alat yang dapat menghubungkan Mahajana di New Delhi dan Maharaj di Jamu. Dan mereka berdua tidak bertemu dengan Maharaj kecuali setelah siang hari sepulangnya Maharaj dari Jamu atau dengan kata lain mereka tidak bertemu dengan Maharaj kecuali setelah agresi India terhadap Kasmir oleh tentara India. Dapat disimpulkan bahwa penandatanganan dokumen penggabungan Jamu Kasmir dilakukan setelah datangnya tentara India bukan tanggal 26 Oktober.

India tidak pernah menyebarkan satu dokumen kunci, yaitu dokumen tentang surat permintaan Maharaj untuk bergabung dengan India, baik menyerahkan dokumen tersebut kepaada pemerintahan Pakistan sebagai bukti. Bahkan dokumen itu tidak juga dilampirkan pada surat permohonan bantuan yang India ajukan kepada PBB.

Lalu mengapa India menyembunyikan Dokumen ini???Pada Buku Putih ( berisi tentang pandangan India terhadap masalah Kasmir ) yang diterbitkan pemerintahan India pun tidak menyebutkan akan adanya Dokumen permintaan penggabungan tersebut. Hingga akhirnya India memberikan dokumen salinan dari dokumen asli yang katanya telah dihilangkan oleh Maharaj.

Dan diakhir buku yang menghebohkan India Esterlamb menulis, pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh India menjadi bukti tentang keberadaaan India yang sebenarnya di Kasmir. India telah mengadakan agresi militer tehadap suatu negara yang berdiri sendiri ( Kasmir ) walaupun India beralasan bahwasanya hal itu dilakukan hanyalah untuk membela diri.

Akan tetapi sayang, seandainya Pakistan mengetahui pemalsuan dokumen ini, dan seandainya PBB mengetahui hal ini sejak awal mula maka sudah pasti urusan tidak menjadi berkepanjangan. Di Akhir bukunya Esterlamb Menulis juga, " Dengan berdasarkan kepada kenyataan kenyataan yang nyata maka seluruh badan badan dunia akan memberi keputusan dengan jelas bahwa tidak ada hak bagi India untuk tetap tinggal di wilayah Jamu dan Kasmir.

0 komentar:

Poskan Komentar