Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
For Promotion Only

DONASI DAKWAH RADIO/TV KOMUNITAS NURISFM

Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Pengurus Nurisfm. Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

ILMU BERDAKWAH

Written By rudi anto on Jumat, 25 Februari 2011 | 17.31

"Sampaikanlah dari aku walau satu ayat..."

Itulah konsep cerita dibawah ini. Tentang seorang pemuda yg ingin berdakwah. Semoga para pembaca mendapat sedikit banyak ilmu yg ingin saya sampaikan ini...

Dahulu kala, ada seorg pemuda yang berguru dengan seorg alim ulama. Setelah genap 16 tahun berguru, si pemuda berhasrat untuk berdakwah memandangkan dia telah mendapat semua ilmu si alim ulama itu. Namun, si alim ulama berkata,
"Hai pemuda, bukan aku ingin menghalangi niat mu itu. Tetapi ada lagi satu ilmu yg tidak ku ajarkan kepada mu."

"Tuan guru, benarkanlah aku untuk berdakwah walaupun sekali."
Rayu si pemuda.

Setelah penat merayu, baru lah alim ulama itu melepaskannya untuk berdakwah.
Maka pergilah si pemuda dengan hati yg riang. Dia memakai jubah dan serban seperti alim ulama yg lain. Janggutnya juga seperti org yg berilmu. Dia tiba di sebuah perkampungan di mana penduduknya beragama Islam.

Dia melihat sebuah masjid lalu singgah lah dia di situ untuk beribadah. Kebetulan bulan itu bulan Ramadhan, maka penduduk yg melihat dia di masjid itu, mengajaknya untuk berbuka di situ bersama mereka.

Setelah berbuka puasa, mereka sholat dan mendengar tazkirah. Seorang ustadz datang diikuti 300 orang anak murid untuk belajar dengan ustadz itu. Tazkirahnya pada hari itu adalah berkenaan haji.
Sang ustadz pun memulai tazkirahnya dengan hadithnya, ayat al-Qurannya dgn semangat hingga anak muridnya tercengang-cengang tertegun.

Si pemuda tadi juga mengagumi ustadz itu. Tapi, tiba-tiba ustadz itu berkata,
"Hai anak murid ku sekalian. Aku telah menerima kata dari langit yg menyatakan bahawa kita tidak perlu ke Makkah untuk haji. Haji boleh dilakukan di belakang masjid ini saja. Bangunlah Kaabah di tanah lapang di belakang masjid ini dan tunaikanlah haji di situ."
Begitulah kata-kata sang ustadz itu kepada anak muridnya. Si pemuda merasa marah karena ustadz itu telah menyelisihi ajaran agama islam. Dia pun bangkit dan berkata dengan lantang,
'Ustadz itu sesat lagi menyesatkan!'
Ustadz itu terkejut lalu berkata,
"HAi anak murid ku, si pemuda itu telah berlaku biadab denganku, pukullah dia!"

Maka pemuda itu di pukul oleh 300 org anak muridnya. Dia kemudian dibawa keluar masjid. Dengan izin Allah, alim ulama itu datang & membawanya pulang dan merawatnya.
Setelah 3 hari, pemuda itu dibawa ke masjid itu lagi dengan balutan yang masih tidak dibuka. Si alim ulama itu memakai baju biasa dengan kopiah semata-mata. Dia lihat seperti musafir, bukan alim ulama.

Peristiwa yang sama terjadi kepada alim ulama dan dia memilh untuk duduk di saf yang terakhir. Tajuk tazkirah kali ini tentang solat fardhu.

Di akhir tazkirah, sang ustadz itu berkata,
"Hai anak murid ku, aku mendapat perintah dari langit bahwa kita tidak perlu memnunaikan solat 5 waktu. Cuma 3 waktu saja yaitu Zuhur,Asar, dan Maghrib."
"Hoo-re!"Sorak sorai 300 anak muridnya.
Kemudian sang ustadz membuka sesi soaljawab. Maka pelbagai soalan ditanya dan dijawab olehnya dengan segala dalil hadith dan ayat al-Quran.
Akhir sekali si alim ulama bangun dan berkat,
"Hai ustadz, saya lihat ustadz ini, dahsyat! Berhujah dengan komplitnya. Siap terima kata-kata dari langit secara langsung lagi."

DKemudian diaberkata pada si pemuda,
"Pertama, tunggu dulu waktu yang sesuai. Baru campur tangan. Yg ke-2, puji dulu orang yang akan ditegur/ didakwahi."
Kemudian, dia menyambung kata-katanya pada ustadz.
"Kalau macam seprti itu, ustadz ini, bukan setakat ustadz, boleh digelar wali Allah!"
Maka tersenyumlah sang ustadz.
"Kalau seperi itu i saya mau minta izin untuk mengambil beberapa helai bulu/rambut ustadz untuk mendapat berkat dari Allah."

Tanpa sempat utadz berkata apa-apa, 300 org anak muridnya menyerbunya dan mencabut bulu-bulu nya. sehingga tidak ada lagi sehelai bulu/rambut di tubuhnya. Sang Ustadz juga mati dalam waktu yg sama .
"Dan yang ke-3, barulah bunuh orang yang sesat lagi menyesatkan."
Kemudian, pergilah mereka kembali ke tempat asal mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar